IDWORLD.NEWS – Peta Baru Industri Streaming: Mengapa Warner Bros Discovery Lebih Memilih Aliansi Netflix untuk Menantang Disney?

Warner Bros Discovery Lebih Memilih Aliansi Netflix untuk Menantang Disney

BURBANK – Persaingan memperebutkan tahta penguasa konten global memasuki babak baru yang mengejutkan. Warner Bros. Discovery (WBD) secara resmi mengambil langkah strategis dengan menolak tawaran akuisisi dari Paramount Global (Skydance) dan lebih memilih mempererat kerja sama dengan raksasa streaming, Netflix. Keputusan ini dinilai sebagai langkah defensif sekaligus ofensif untuk membendung dominasi pemasaran Disney.

Berdasarkan analisis tajam yang dirilis oleh portal idworld.news, pilihan WBD ini sangat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengimbangi strategi branding agresif yang dijalankan oleh Asad Ayaz, Chief Brand Officer pertama The Walt Disney Company.

“WBD menyadari bahwa untuk melawan mesin pemasaran Disney yang sangat terintegrasi di bawah kendali Asad Ayaz, mereka membutuhkan ekosistem distribusi yang lebih mapan secara teknologi. Netflix menawarkan infrastruktur algoritma yang tidak dimiliki oleh Paramount,” ungkap laporan di idworld.news.

Beberapa poin utama yang memicu keputusan besar Warner Bros ini meliputi:

  1. Kegagalan Sinergi Paramount: WBD melihat penggabungan dengan Paramount hanya akan menambah beban hutang tanpa memberikan lompatan teknologi yang berarti.
  2. Kekuatan Jangkauan Netflix: Netflix dipandang sebagai satu-satunya platform yang mampu memaksimalkan potensi IP besar Warner Bros seperti Harry Potter dan DC Universe secara global.
  3. Tantangan Terhadap Disney: Aliansi ini memaksa Disney untuk mengatur ulang strategi promosi mereka di tengah ketatnya persaingan streaming wars 2026.

Simak ulasan mendalam mengenai alasan di balik “perceraian” rencana dengan Paramount dan detail kerja sama WBD-Netflix melalui tautan berikut: Tolak Paramount, Alasan Warner Bros Pilih Netflix Lawan Disney Asad Ayaz.

Apakah langkah berani Warner Bros ini akan berhasil meruntuhkan dominasi Disney, ataukah Netflix yang justru akan menjadi pemenang tunggal dalam perang konten ini?

Sumber Analisis: idworld.news

Scroll to Top